TUGAS AKHIR MATA KULIAH FILSAFAT PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN
Dosen Pengampu Mata Kuliah :Prof. Dr. Marsigit, MA
A.
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN FILSAFAT DALAM
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH
1. Tidak
kurang dari 75 % (35 juta) peserta didik di seluruh Indonesia secara terprogram dan
teratur mempelajari agama Islam
untuk diamalkan dalam kehidupan
sehari-hari. Namun pada kenyataanya Pembelajaran PAI secara umum belum dapat menghasilkan
lulusan (outcome) seperti yang diharapkan.
2. Adanya
kesenjangan / Kontradiksi antara harapan dengan
kenyataan (tujuan dan hasil) yaitu antara penguasaan pengetahuan dan pengamalan
agama Islam.
3. Terdapat indikasi bahwa hasil PAI dalam aspek
kognitif tidak selalu paralel dengan pengamalan ajaran dan nilai nilai agama
Islam.
4. PAI di Sekolah belum efektif mengintegrasikan
pengetahuan keagamaan siswa dengan pengamalannya,
5. Fenomena
dekadensi moral yang terjadi
dalam kehidupan remaja dan pelajar akhir-akhir ini Menjadi barometer penilaian
akan kekurangan pendidikan agama di sekolah
6. Pengembangan kurikulum PAI selama ini cenderung lebih
banyak ditentukan oleh kebijakan politik Pendidikan dari pada pertimbangan
filosofis-pedagogis, sehingga berimplikasi pada formulasi kurikulum maupun
implementasinya dalam proses pembelajaran.
7. Pendekatan saintific dalam Kurikulum 2013
diberlakukan kepada semua mata pelajaran termasuk pada mata pelajaran PAI pada
semua jenjang. Salah satu wujud yang
tampak nyata penerapan metode saintifik muncul pada pedoman pengembangan RPP,
yaitu sebagai EEK (Elaborasi, Eksplorasi dan Konfirmasi) yang harus muncul pada
setiap kegiatan pembelajaran. Pertanyaan kemudian muncul, secara psikologis-
filosofis apakah benar bahwa EEK dapat diterapkan untuk semua disiplin ilmu
(termasuk ilmu-ilmu humaniora) Seperti Pada Mata Pelajaran PAI di Sekolah, Hal
ini menjadi persoalan baru bagi guru PAI
dalam pelaksanaanya di sekolah.Sehingga mereka merasa kesulitaan dalam
penerapanya terutama pada kasus pembelajaran Aqidah.
8. Kurikulum 2013 masih memuat banyak persoalan
controversial dan secara ontologis, pedagogis, psikologis dan empiris.
9. Isu sentral dalam menyusun materi kurikulum Pal yaitu yang berkaitan dengan sumber yang dijadikan
sebagai dasar menetapkan materi pelajaran,
ruang lingkup (skop) materi pelajaran, dan sistematika urut-urutan (sekuens) yang dinilai kurang jelas dan terkesan mengulang ulang materi
yang sama dan tidak mendalam.
10. Sehingga membuat peserta didik bosan dengan
materi yang telah diberikan secara berulang ulang, namun disisi lain mereka
tidak paham ajaran agama secara menyeluruh.
11.Selanjutnya ditinjau dari sumber belajar yang
digunakan oleh guru selama ini praktek pembelajaran didominasi dengan Textbook
oriented. Walaupun sudah disarankan agar terdapat variasi sumber belajar,
tetapi belum secara eksplisit disebutkan pentinnya Pengembangan RPP dan LKS
yang sesuai dengan paradigm Explorasi dan Membangun Hidup (Life Skill).
12. Demikian juga Walaupun sudah disebut
pentingnya Portofolio dalam Penilaian, Namun Pada kenyataanya guru masih
menjadikan test kognitif menjadi rujukan utama dalam menilai keberhasilan siswa
dalam pembelajaran.
13. Kompetesi guru PAI yang selama ini masih
dinilai masih kurang, Hal ini dapat dilihat dari kedalaman materi yang di
sampaikan dalam proses pembelajaran
14. Metode
pembelajaran yang digunkan oleh Guru PAI kurang berfariatif
15. Sarana
prasarana pembelajaran masih sangat kurang serta Kerja sama orang tua dan
pendidik dalam proses Pendidikan anak baik di rumah dan sekolah belum jerjalin
baik.
B. BERDASARKAN PERMASALAH DIATAS MAKA PENULIS TERTARIK
UNTUK MELAKUKAN PENELITIAN TERKAIT DENGAN :
1. Pengembangan Assessment Fortofolio
Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA
2. Pengembagan Autentik Assessmemt Pada Mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Komputer.
3. Model Pendidikan di Era Distrubsi (
Pendekatan Filosofis Imam Al Gazali dan Ibn Rusyd)
4. Model Pendidikan di Era Distrubsi (Explorasi
Model Pendidikan Agama Islam di Berbagai Pusantren )
5. Penerapan Logic Model dalam Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di
Sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar